Traffic datang, tapi nggak jadi percakapan
Pesan dan CTA nggak jelas. Landing page terlihat rapi, tapi belum dibangun untuk mengubah pengunjung jadi lead.
Kami bikin website, marketing, CRM, dashboard, dan automation jadi satu sistem yang menangkap lead sampai membantu tim lo closing.
Website bagus tapi lead hilang. Iklan jalan tapi sales telat follow-up. Tim sibuk, owner tetap harus cek semuanya.
Pesan dan CTA nggak jelas. Landing page terlihat rapi, tapi belum dibangun untuk mengubah pengunjung jadi lead.
Tidak ada pipeline, status, reminder, atau ownership. Tim sales bekerja dari ingatan dan screenshot.
Informasi tersebar di spreadsheet dan aplikasi berbeda. Owner baru tahu masalah setelah target lewat.
Input data, reminder, laporan, dan notifikasi dikerjakan manual padahal bisa berjalan otomatis.
Kami tidak menjual tool satuan. Kami menyusun bagian yang bisnis lo butuhkan, lalu membuat semuanya bekerja bersama.
Strategi pesan, copy, UI/UX, development, SEO dasar, dan conversion flow—bukan sekadar halaman cantik.
Campaign dan funnel yang mengarahkan calon client ke percakapan yang relevan, bukan traffic kosong.
Pipeline, aktivitas, reminder, assignment, dan histori komunikasi supaya setiap lead punya next action.
Tools internal yang mengikuti cara kerja tim lo: approval, laporan, notifikasi, integrasi, sampai AI assistant bila memang berguna.
Kami cari titik lead hilang, kerja berulang, dan data yang tidak kebaca.
Prioritas ke bagian dengan impact paling cepat. Tidak overbuild.
Website, CRM, dashboard, dan automation diuji pakai skenario tim lo.
Setelah dipakai, kami lihat data dan perbaiki titik yang masih lambat.
Brand, copy, desain, dan development bekerja untuk satu aksi yang jelas.
Satu tempat untuk melihat pipeline, tugas, aktivitas, dan keputusan berikutnya.
Nggak. Kita mulai dari bottleneck paling penting—misalnya landing page, CRM, atau reporting—lalu sambungkan tahap berikutnya saat sudah dibutuhkan.
Tergantung scope. Landing page terarah biasanya lebih cepat dibanding CRM atau platform operasional custom. Setelah discovery, lo dapat scope, timeline, dan milestone yang jelas sebelum pengerjaan.
Bisa. Kami audit dulu website, spreadsheet, CRM, atau automation yang sekarang. Kalau fondasinya masih sehat, kami perbaiki dan sambungkan—bukan memaksa bikin ulang.
Itu salah satu standar utamanya. Interface, status, dan alur dibuat sesuai bahasa kerja tim. Teknologi harus mengurangi beban, bukan menciptakan pekerjaan baru.
Biaya mengikuti scope dan kompleksitas integrasi. Setelah sesi awal, kami susun opsi prioritas agar lo bisa mulai dari versi yang paling berdampak tanpa overbuild.
Ceritain apa yang sekarang menghambat sales atau operasional lo. Kita lihat sistem paling masuk akal untuk dibangun dulu.
Mulai via WhatsApp ↗